“Dulu dia begitu patuh, tapi belakangan ini apa pun yang kukatakan, dia tidak menjawab.”
“Mudah marah karena hal-hal sepele, lalu mengurung diri di kamar”
Tidak sedikit orang tua yang merasa bingung menghadapi perubahan yang dialami anak-anak mereka saat masa remaja. Meskipun anak-anak tersebut tumbuh dengan bebas di alam, perubahan fisik dan psikologis yang khas pada masa remaja tetap tidak dapat dihindari.
Ada sedikit “tips” dalam menghadapi anak-anak pada masa ini. Hari ini, mari kita pahami karakteristik masa remaja dan cara agar orang tua dan anak dapat melewati masa ini bersama-samaTips Berkomunikasiakan saya sampaikan.
1. Mengapa tiba-tiba “menjadi seperti orang lain”?
Perilaku dan ucapan pada masa remaja merupakan proses yang penuh perjuangan bagi anak untuk “menjadi mandiri secara psikologis” dari orang tuanya.
- Masa pembaruan otak
Otak pada masa remaja berada dalam kondisi di mana bagian yang mengendalikan emosi menjadi sangat sensitif, sementara perkembangan bagian yang mengendalikan akal sehat belum mampu mengimbangi hal tersebut. Akibatnya, remaja tersebut pun sulit mengendalikan emosinya dan menjadi mudah kesal. - Mencari kontur “diri”
Mereka merasa tidak nyaman karena memiliki nilai-nilai yang sama dengan orang tua mereka, dan berusaha keras untuk membangun jati diri mereka sendiri. Karena itu, mereka sering kali mengemukakan pendapat yang bertentangan dengan orang tua mereka atau mencoba menjauh dari mereka.
Perlawanan pada masa ini juga merupakan pernyataan kepada diri sendiri bahwa “Aku bukan anak-anak lagi”.
2. “Tiga Jarak yang Tepat” agar Hubungan Orang Tua-Anak Tidak Menjadi Rumit
Saat berinteraksi dengan anak-anak yang sedang mengalami masa pubertas, ada “jarak” yang perlu diperhatikan.
- Dari “campur tangan” menjadi “pengawasan”
Selama ini, bertanya, “Sudah mengerjakan PR?” merupakan bentuk kasih sayang, tetapi setelah masa remaja, inilah saatnya untuk sedikit melepaskan kendali. Terimalah bahwa kegagalan juga merupakan bagian dari pengalaman, dan miliki keberanian untuk mengawasi mereka sambil percaya bahwa “jika ada sesuatu, mereka pasti akan meminta bantuan.” - Berfokus pada “empati”, bukan “penyelesaian”
Yang dibutuhkan anak-anak pada masa ini bukanlah jawaban yang benar, melainkan rasa aman karena “ada yang mendengarkan cerita mereka”. Cukup dengan menerima emosi mereka apa adanya, misalnya dengan mengatakan, “Pasti sulit sekali ya,” atau “Jadi, kamu merasa seperti itu ya.” - Terhubung melalui “komunikasi nonverbal” di luar kata-kata
Menyajikan hidangan favorit di meja makan, mengucapkan “Selamat berangkat” di pagi hari—tanda-tanda seperti itu yang menunjukkan bahwa “Aku peduli padamu” telah tersampaikan. Sikap hangat yang tak pernah berubah akan menjadi “tempat berlindung yang aman” bagi anak Anda.
3. Untuk anak-anak dengan karakteristik perkembangan tertentu
Bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus dalam perkembangannya, masalah yang dihadapi selama masa remaja bisa jadi lebih rumit. Jika mereka kesulitan mengungkapkannya dengan kata-kata, “komunikasi non-tatap muka”, seperti melalui surat atau media sosial, terkadang bisa menjadi cara yang efektif.
Selain itu, ada juga kasus di mana anak tersebut mengalami penderitaan karena menjadi semakin pemilih atau mengalami hipersensitivitas sensorik. Jangan sekadar menggolongkannya sebagai “masa pemberontakan”, melainkan bekerjasamalah dengan lembaga khusus dan para pendamping,“Apa yang menjadi masalah bagi orang tersebut?”Sudut pandang yang tenang dan objektif juga penting.
4. Jangan menanggung semuanya sendirian, mintalah bantuan profesional
Mengasuh anak remaja merupakan rangkaian ujian kesabaran bagi para orang tua. Meskipun ada saat-saat di mana Anda merasa ingin menjauh sambil berpikir, “Saya sudah tidak sanggup lagi,” hal itu sama sekali bukanlah sesuatu yang memalukan. Di Kunikai yang kami kelola, kami memberikan dukungan yang disesuaikan dengan kepribadian masing-masing anak remaja melalui layanan penitipan anak setelah sekolah dan layanan serupa lainnya.
- Memanfaatkan sudut pandang pihak ketiga
Meskipun hubungan orang tua dan anak sering kali membuat emosi meluap, kehadiran staf profesional sebagai “pihak ketiga” terkadang dapat membuat anak lebih mudah mengungkapkan perasaan yang sebenarnya. - Waktu santai bersama keluarga
Di layanan dukungan konseling, hanya dengan mencurahkan keluh kesah dan kekhawatiran sehari-hari, orang tua pun dapat merasa lebih tenang.
5. Jadikan masa ini sebagai sumber pertumbuhan bagi kita berdua
Masa remaja adalah masa persiapan yang penting bagi orang tua dan anak untuk membangun kembali hubungan mereka dari “orang tua dan anak” menjadi “orang dewasa dan orang dewasa”. Meskipun sering terjadi konflik, hal itu justru terjadi karena anak merasa percaya kepada orang tuanya dan merasa nyaman untuk menjadi diri sendiri. Setelah badai berlalu, hubungan orang tua-anak yang baru akan menanti.
Di wilayah Numata dan Tone, kami hadir sebagai mitra yang mendampingi pertumbuhan anak-anak. Kami tidak hanya mendukung anak-anak, tetapi juga menjadi pendukung bagi para orang tua yang berjuang keras.
\Kami dengan senang hati menerima konsultasi sekecil apa pun/
Tidak apa-apa jika Anda hanya ingin berbagi kekhawatiran kecil, seperti, “Belakangan ini, di rumah situasinya seperti ini…” Mari kita cari bersama-sama tips untuk melewati masa-masa ini.
- Informasi tentang layanan penitipan anak setelah sekolah yang disesuaikan dengan kepribadian anak Anda
- Layanan Konsultasi dan Relaksasi bagi Orang Tua
- Kunjungan, Uji Coba, dan Konsultasi (semuanya gratis)
Baik anak-anak maupun orang tua. Kami selalu ada untuk Anda.

